BRMP Bali Perkuat Penerapan PM-AAS di Karangasem dengan Dukungan Drum Seeder
Karangasem, 7 September 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali memperkuat penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Karangasem melalui dukungan alat dan sarana produksi pertanian. Dukungan tersebut antara lain berupa penyediaan drum seeder atau atabella untuk pelaksanaan demplot PM-AAS di sejumlah wilayah.
Sebanyak empat unit drum seeder diserahkan, I Made Sugianyar, S.TP., selaku Penanggung Jawab LTT Kabupaten Karangasem, kepada penyuluh CWS Kabupaten Karangasem. Selanjutnya, alat tersebut didistribusikan ke masing-masing Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk mendukung pelaksanaan demplot PM-AAS di tingkat kecamatan.
Keempat drum seeder tersebut berstatus pinjam pakai dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan demplot sekaligus memperkenalkan teknologi tanam padi kepada petani. Dengan tambahan tersebut, total drum seeder yang telah diserahkan BRMP Bali untuk Kabupaten Karangasem mencapai tujuh unit.
Penggunaan drum seeder merupakan bagian dari upaya mendorong modernisasi budidaya padi melalui mekanisasi pertanian. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses tanam sekaligus mendukung penerapan pola tanam dalam model PM-AAS.
Selain alat tanam, BRMP Bali juga menyerahkan bantuan pupuk dari PT Pupuk Indonesia untuk mendukung demplot PM-AAS di Subak Timbrah, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem.
Bantuan tersebut diterima Kliang Subak Timbrah, I Wayan Suarta, berupa tujuh sak Petroganik dengan berat masing-masing 40 kilogram serta 100 kilogram Nitrea Prill yang terdiri atas dua sak masing-masing 50 kilogram.
Dukungan alat dan sarana produksi tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan demplot PM-AAS di Kabupaten Karangasem. Demplot tidak hanya menjadi lokasi penerapan teknologi pertanian modern, tetapi juga sarana pembelajaran bagi petani untuk mengenal dan mengadopsi inovasi serta mekanisasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Melalui sinergi BRMP Bali, penyuluh, kelompok tani, subak, dan pemangku kepentingan terkait, penerapan PM-AAS di Karangasem diharapkan berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pencapaian swasembada pangan.